Volume 2 No. 2
The objectives of this study are to know if the students are able to identify gerund and present participle in a sentence and to know the students way in determining gerund and present present participle in a sentence. Paper test will be given for testing the students ability. The data which are derived from this test will be analyzed by writer to know if they had understood gerund and present participle. The data collected by taking a dialogue and the dialogue will be done after collecting the paper test that was given by the writer to the students. The research showed that there are there are 78,26 % students which are able to identify gerund and present participle, there are 21,74 % students who are unable to identify gerund and present participle and from 23 students there are 12 students follow the theory of Murcia, 3 students follow the theory of Solahudin and 8 students do not follow one of the theory that have been explained.
Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah:1).Bagaimana kualitas kinerja kepala sekolah sesuai tugas pokok dan fungsinya.2).Apakah melalui peran pengawas sekolah melalui tindakan supervisi manajerial dapat meningkatkan kinerja kepala sekolah di SMA Swasta St Petrus Medan.Pemecahan masalah yang dilakukan adalah :Melakukan pengenalan pemahaman fungsi kepala sekolah melalui aksi tindakan penelitian kepengawasan bidang manajerial.Tujuan penelitian:1).Untuk mengetahui tingkat kinerja kepala sekolah melakukan tugas-tugas kepala sekolah.2).Untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kinerja kepala sekolah setelah penelitian tindakan kepengawasan selesai dilaksanakan.Manfaat penelitian:1).Menjadi bahan masukan bagi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerjanya.2).Bahan pengembangan pembinaan pengawas sekolah dalam memperbaiki kinerja kepala sekolah.3).Masukan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara untuk mendukung perbaikan tugas-tugas kepala sekolah.Pelaksanaan PTS dilakukan selama dua siklus. Hasil penelitian: Penelitian tindakan sekolah mampu meningkatkan kinerja kepala sekolah pada aspek kemampuan mewujudkan proses pembelajaran yang efektif ;menerapkan system evaluasi yang efektif dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan;melakukan refleksi diri ke arah pembentukan karakter kepemimpinan sekolah yang kuat ;melaksanakan pengembangan staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi ;menumbuhkan sikap responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan ; menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib (Safe and Orderly; menumbuhkan budaya mutu di lingkungan sekolah ;menumbuhkan harapan prestasi tinggi dan menumbuhkan kemauan untuk berubah.Disarankan kepada Pengawas sekolah agar melaksanakan supervisi manajerial dengan melakukan pembinaan melalui diklat, studi banding dan pembacaan berbagai sumber.
Komplain itu sebenarnya merupakan bagian dari bentuk “ Komunikasi “. Sebuah informasi tentang ketidaksesuaian yang dirasakan pihak kedua yang menerima sebuah jasa atau produk. Oleh karena itu, komplain atau keluhan itu sebenarnya dibutuhkan , karena komplain akan menghasilkan sebuah informasi positif atau informasi negatif.Bahkan komplain itu merupakan sebuah komunikasi aktif yang bisa menjurus kedalam sebuah “interaksi”. Dalam penelitian ini penulis memilih lokasi PT Telkomsel, karena penulis ingin mengetahui Penanganan Komplain Pelanggan pada Juni 2018-Juli 2018. Ada dua jenis data yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Penulis memperoleh data menggunakan cara sebagai berikut:Wawancara, Dokumentasi dan studi pustaka. Data dianalisis dengan Analisis Deskriptif. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa faktor penyebab adanya komplain adalah Produk, Pelayanan, Komunikasi eksternal, Komunikasi internal, Aspek manusia, Aspek sistem. Jenis komplain yang paling dominan diantara ke enam penyebab komplain yang di temui PT Telkomsel Graha Merah Putih tersebut adalah Produk dan Aspek sistem. Untuk itu PT Telkomsel Graha Merah Putih mempunyai penanganan komplain pelanggan secara efektif yaitu dengan menggunakan aplikasi mytelkomsel atau menggunakan *363#, PT Telkomsel sudah menyediakan self service bagi pelanggan. Pelanggan dapat akses web mytelkomsel, jika permasalahan tidak dapat diselesaikan oleh self service, pelanggan dapat menghubungi 188 dengan tarif 300/call untuk prepaid (simpati, loop, As) dan untuk pengguna kartu haLO tidak dikenakan biaya. Pelanggan juga bisa menggunakan sosial media di Facebook (Telkomsel) Line (@telkomsel) telegram (@telkomsel_official_bot), atau pelanggan dapat langsung mendatangi grapari terdekat, penanganan komplain pelanggan pada PT Telkomsel Graha Merah Putih dilakukan dengan cepat dan tanggap.
Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Strategi pembelajaran tidak sesuai dengan kondisi siswa, (2) Pembelajaran yang berlangsung kurang melibatkan siswa, (3) Pemahaman siswa
masih kurang khususnya pada materi Penulisan Berita (yang didengarkan), (4) Aktivitas siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum menggunakan strategi pembelajaran inkuiri, (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan strategi pembelajaran konstruktivistik, (3) Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dalam penerapan strategi pembelajaran konstruktivistik.Penelitian yang dilaksanakan di Kelas VII-5 SMP Negeri 17 Medan bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran konstruktivistik dengan metode demonstrasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII-5 SMP Negeri 17 Medan.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII-5 SMP Negeri 17 Medan semester 2 T.P.2017/2018. Penentuan kelas ini diambil berdasarkan hasil investigasi terhadap kelas yang akan diteliti dan hasil rujukan dari kepala sekolah. Pelaksanaan PTK dilakukan selama tiga siklus.Hasil penelitian diperoleh (1) Dari keseluruhan siklus penelitian yang sudah dilaksanakan ternyata pemberian materi dengan menggunakan model pembelajaran konstruktivistik dengan menggunakan penulisan berita (yang didengarkan) adalah dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi, meningkatkan aktivitas siswa (kerjasama / kooperatif) maupun prestasi (2) siswa lebih tertarik dan termotivasi dalam menggunakan model pembelajaran konstruktivistik dengan menggunakan penulisan berita (yang didengarkan).(3) Penulisan berita (yang didengarkan) lebih mudah dipahami melalui metode penugasan.(4) Sebagian besar siswa telah mengetahui penulisan berita (yang didengarkan) dengan baik. Karena itu disarankan: (1).Kepada guru-guru di SMP Negeri 17 Medan agar menerapkan Model Pembelajaran Konstruktivistik Dengan Metode Demonstrasi dalam pembelajaran sesuai bidang studinya masing- masing. (2).Dalam peningkatan pembelajaran kami harapkan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah memberikan bimbingan dan arahan lebih intensive kepada guru-guru agar lebih terampil mengelola pembelajaran di sekolah.
Penelitian Tindakan Sekolah ini dilaksanakan untuk mengetahui efektivitas pembinaan pengawas sekolah melalui supervisi manajerial dalam penerapan model sekolah efektif untuk meningkatan mutu pendidikan di SMA Swasta Al-Washliyah. Dalam penelitian ini pengawas sekolah memberikan bimbingan dan pembinaan pembelajaran yang efektif kepada Kepala Sekolah dan Guru yang meliputi : pengajaran yang efektif, sekolah yang efektif termasuk didalamnya model kepemimpinan kepala sekolah yang efektif.Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan siklus yang direncanaka dalam tiga putaran. Namun siklus III tidak dilaksanakan karena pada siklus II telah mencapai ketuntasan yang diharapkan, yaitu mencapai 85% ketuntasan.Hasil pembinaan pengawas sekolah pada setiap putaran menunjukkan peningkatan, yaitu pada pre- test 17,64% meningkat menjadi 52,94% dan 88,24% pada siklus I dan II.Dapat disimpulkan bahwa pembinaan dan bimbingan pengawas sekolah terhadap penerapan model sekolah efektif di SMA Swasta Al-Washliyah Medan melalui Supervisi secara umum dapat meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini bisa dilihat dari kegiatan belajar mengajar yang efektif.
Perumusan Masalah:(1).Bagaimana tingkat keberhasilan kerja guru melalui tugas-tugas kepala sekolah.(2).Apakah melalui peran pengawas sekolah melakukan supervisi manajerial dapat meningkatkan fungsi-fungsi tugas kepala sekolah di SMA Negeri 10 Medan. Langkah-langkah pemecahan masalah: (1). Mengidentifikasi permasalahan fungsi-fungsi dan tugas kepala SMA Negeri 10 Medan melalui tindakan supervisi manajerial.(2). Mengevaluasi kualitas kinerja Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Medan setelah mengikuti program pembinaan.Tujuan penelitian:(1).Untuk mengetahui sejauhmana efektivitas supervisi manajerial dapat meningkatkan kinerja Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Medan (2).Untuk meningkatkan kemampuan Pengawas Sekolah melakukan supervisi manajerial. Manfaat Penelitian:(1).Untuk meningkatkan profesionalisme Kepala Sekolah. (2).Untuk meningkatkan profesionalisme Pengawas Sekolah melakukan pembinaan terhadap Kepala Sekolah dan guru.(3).Untuk memberikan motivasi kepada Kepala Sekolah dan guru melakukan penelitian tindakan. Penelitian dilakukan berdasarkan Model Tindakan Sekolah yang dilaksanakan melalui tiga siklus dengan prosedur :(1).Planning/ Perencanaan; 2).Acting/ Tindakan; 3).Observing/ Pengamatan; 4).Reflekting/ Refleksi; Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Aspek-aspek kelemahan tindakan pada setiap siklus akan direfleksikan sebagai bahan perbaikan pada siklus berikutnya. Setelah penelitian Tindakan dilaksanakan, diperoleh hasil: Tindakan penelitian bentuk kepengawasan yang implisit mempunyai kandungan supervisi terhadap berbagai keterbatasan dan kesulitan kepala sekolah ternyata dapat dirobah keadaannya menjadi lebih baik apabila peneliti (pengawas sekolah) dapat menganalisis atau menginterpretasikan faktor-faktor yang mempengaruhi. Dengan pola tindakan yang terarah pada penelitian ini indikator pengembangan kreativitas dan pemahaman fungsi-fungsi kepala sekolah dapat diarahkan menjadi kategori baik. Disarankan: (1).Kepala sekolah yang melaksanakan tugas kepemimpinan dan manajerial memerlukan perbaikan melalui beberapa langkah seperti diklat, studi banding dan membaca berbagai sumber.(2).Bidang fungsi kepala sekolah pada aspek administrasi dan supervisi hendaknya dapat konsisten dilaksanakan dan dikuasai untuk dapat menciptakan bentuk pekerjaan yang menggambarkan kreativitas. (3).Para pengawas satuan pendidikan hendaknya lebih sungguh-sungguh melihat dan memperbaiki kesulitan dan keterbatasan yang dialami kepala sekolah.
Tujuan penelitian: Peningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan KKM di SMA Al-Fityan Medan. Manfaat Penelitian:1).Melalui supervisi pengawas sekolah dapat memberikan pengetahuan bagi guru, karena melalui Supervisi guru diberikan bimbingan dan latihan menetapkan KKM matapelajarannya di SMA Al-Fityan Medan 2).Setiap guru memiliki kemampuan dalam menetapkan KKM matapelajaran di SMA Al-Fityan Medan sehingga proses belajar mengajar lebih baik.Penelitian dilakukan dengan metode Tindakan Sekolah dalam 2 (dua) siklus. Tahapan penelitian pada setiap siklus terdiri dari: 1).Perencanaan Tindakan,2).Pelaksanaan Tindakan,3).Observasi dan 4).Refleksi. Berdasarkan analisis data pada siklus I dan II diperoleh hasil bahwa prestasi guru dalam membuat dan menerapkan KKM matapelajaran sesuai bidang tugasnya dapat ditingkatkan melalui peran supervisi Pengawas Sekolah.Untuk perbaikan selanjutnya disarankan :1).Hendaknya guru matapelajaran diberikan wawasan memahami aspek kurikulum tentang membuat dan menerapkan KKM 2).Kemampuan guru dalam menentukan dan menerapkan KKM diharapkan lebih banyak mendapat supervisi dan unsur-unsur pembina sekolah.3) Dukungan kepala sekolah, komite sekolah dan pemerintah daerah lebih ditingkatkan dalam perbaikan prestasi kerja guru.
Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /var/www/clients/client2/web6/web/components/com_phocadownload/views/category/tmpl/default_bootstrap.php on line 102